Doraemaon





Hyun Bin - That Man (OST secret garden part 5)
Wavy Tail

Senin, 06 Mei 2013

Suzanne Pilih Hamil Sampai 13 Kali Biar Nggak Dipukuli Suami

Suzanne Pilih Hamil Sampai 13 Kali Biar Nggak Dipukuli Suami

oleh Melly Febrida
Posted: 06/05/2013 10:42
Suzanne Pilih Hamil Sampai 13 Kali Biar Nggak Dipukuli Suami
Liputan6.com, London : Suzanne (30) tak pernah menyangka ia menikahi seorang pria yang kejam. Demi menghindari siksaan suaminya, Gardener Jason (40), Suzanne sampai 13 kali hamil selama 9 tahun pernikahan.

Pertama kali berjumpa, Jason terlihat begitu baik. Namun, semua berubah hanya dalam 2 minggu.

Suzanne bertemu denga Jason di sebuah klub ketika ia berumur 19 tahun. Keduanya pun mulai berkencan. Suzanne yang bekerja sebagai asisten perawatan di panti jompo memang tertarik dengan ketampanan Jason.

"Saya langsung suka Jason. Dia begitu tampan dan saya naksir dia," ujar Suzanne seperti dikutip TheSun, Senin (6/5/2013).

"Dia begitu cerdas pada awalnya dan dia mau melakukan segalanya untuk saya. Dia memperlakukan saya dengan sopan. Itulah pertama kalinya seseorang membuatkan saya secangkir teh di pagi hari. Ia membersihkan kaki saya," tambahnya.

"Tapi itu hanya berlangsung dua minggu dalam hubungan sebelum ia berubah menjadi kejam. Dia berubah dengan membalik tempat tidur dan mencoba mencekik saya," ujarnya.

Pada malam itu, lanjut Suzanne, Jason memukulnya hingga matanya bengkak hitam. Bahkan, kakaknya yang harus membantunya menyeberangi jalan karena Suzanne tak bisa melihat.

"Jason 10 tahun lebih tua dari saya dan saya takut padanya".

Suzanne begitu takut meninggalkan Jason. Dan tak lama setelah berhubungan ia pun hamil anak Jason. Namun tragis, bayi itu meninggal setelah 5 jam lahir.

"Saya tahu kalau saya ingin bayi yang lainnya dan saya berpikir jika saya tinggal dengan Jason dia akan memberikannya. Jason menanyakan saya maukan menikah dengannya setahun setelah kami bertemu dan saya katakan hal itu. Saya begitu takut mengatakan tidak".

Setelah menjalani bahtera rumah tangga selama 9 tahun lebih, Suzanne sudah hamil 12 kali. Menurutnya, kehamilan bisa membuatnya merasa aman.

"Ketika saya hamil itulah waktunya saya merasa aman. Jason tak akan melayangkan tangannya ke saya. Saya sudah 9 kali keguguran dan melahirkan empat kali, dengan tiga anak kami miliki," katanya.

Meskipun demikian, Suzanne tak bisa menjamin dirinya bisa aman. Ia kerap melaporkan ulah suaminya ke polisi karena sudah menyiksanya. Tapi, setiap melapor Suzanne segera mundur.

"Ketika Jason jahat dia sungguh jahat, tapi ketika dia baik, dia benar-benar baik".

Jason akan selalu memohon maaf dan berjanji tak akan pernah mengulanginya. Bahkan ia menangis sampai Suzanne tak tega melihatnya.

"Saya benar-benar tenggelam dalam depresi yang benar-benar mendalam".

Suzanne mengaku, kekejaman yang dilakukan suaminya itu menghancurkan rasa percaya dirinya sehingga ia merasa memerlukan Jason dan tak bisa pergi darinya.

"Saya berkata pada diri sendiri kalau saya harus tinggal bersamanya demi anak-anak, bahwa saya tak bisa mengatasinya sendiri. Dia sudah menghancurkan semua rasa harga diri saya. Saya mencoba menjadi istri yang baik. Saya memasak, membersihkan. Saya terus berpikir bisa mengubahnya. Tapi dia tak bisa berubah".

Berusaha Melawan

Titik kesabaran Suzanne berakhir pada 2009. Jason menyerangnya ketika ia hamil anak ketiga. Lututnya ditendangkan ke perut Suzanne dengan keras hingga hatinya sakit, tapi beruntung Suzanne tak kehilangan bayinya.

"Ini pertama kalinya dia melakukannya ketika saya hamil. Kami bertengkar malam itu karena saya sudah muak dengannya".

"Saya pikir dia tersentak karena sekarang dia tahu kalau saya tak terikat secara emosional dengannya dan tak ingin mempertahankan".

Luka yang disebabkan ulah Jason begitu buruk sehingga polisi dan petugas sosial terlibat. Suzanne pun akhirnya meninggalkan Jason demi kebaikan.

Jason juga diperintahkan dilarang mendekati Suzanne, tapi itu hanya berlangsung dua bulan dan ia kemudian masuk ke rumahnya dengan serangan yang biadab.

Jason masuk ke rumahnya dan membangunkan Suzanne dengan meludahi wajahnya. Jason mengatakan: "Anda tak akan hidup pada jam 7 pagi".

Jason menusuk mata Suzanne dan menyeret rambutnya dari tempat tidur dan menuruni tangga.

Suzanne dari Worcester mengatakan, saat itu mulut Jason berbau alkohol.

"Dia membawa pisau dan mengancam akan menggorok leher saya. Dia mengambil sepatunya dan memukulkannya ke wajah saya hingga kepala saya terhempas dari satu sisi ke sisi lain".

"Dia menginjak perut dan tangan saya, serta menendang daerah pribadi saya. Pada akhirnya saya tak bisa merasakan apa-apa karena mati rasa. Tapi, saya pikir dia menikmatinya".

Suzanne terbaring di lantai dengan tangan Jason yang mencekik lehernya. Ia bisa merasakan kalau hidupnya akan berakhir. Namun, Suzanne berusaha sekuat tenaga untuk lolos.

Ia memaksa kepalanya bangkit dan dia menggigit sekerasnya ke testis Jason.

"Menggigit bolanya bisa menyelamatkan saya".

"Setelah saya bebas, saya mengiyakan semua yang dia katakan, mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya meskipun kepala saya membengkak dua kali ukuran normal".

Akhirnya Jason pingsan dan Suzanne lari dari jendela dengan ketakutan dan berdarah di mana-mana. Seorang tetangga menolongnya dengan menelepon polisi dan ambulans.

Jason kemudian dipenjara selama dua tahun penjara dan akan bebas pada Juni ini. Ia tahu kalau dirinya akan dibunuh Jason, tapi ia tak akan takut lagi.

"Saya akan bertempur sampai mati".

Tak Akan Berubah

Seorang Dokter Carol Cooper mengatakan, kisah yang dialami Suzanne begitu menyayat hati. Menurutnya, mayoritas korban yang terus menerima kekerasan pasangannya bisa mengalami masalah emosional. Dan mungkin korban datang dari rumah tangga yang bermasalah sehingga dikondisikan untuk menerimanya.

Tak hanya wanita, pria juga menjadi korban. Tapi, korban harus menyadari kekerasan bukan karena kesalahan dan pasangan yang berulang kali melakukan kekerasan, karena ia tak akan pernah berubah kecuali mendapatkan bantuan dari ahlinya.

(Mel/Abd)

Rabu, 20 Februari 2013

LOWONGAN KERJA DI TAIWAN PABRIK



 PT. TRIAS INSAN MADANI, MEMBUKA LOWONGAN KERJA KE TAIWAN Formal & Informal..RESMI dan BERPENGALAMAN
Kami melayani dengan hati nurani, karena ini menyangkut masa depan seseorang, masa depan kita semua. Oleh karena itu pilihlah penyalur TKI yang punya kredibilitas tinggi, profesional dan dapat dipercaya. Itu kuncinya. Ngapain harus takut untuk kerja ke luar negeri. Dari pada kita tidak punya pekerjaan dan anda masih muda, ayo kita gunakan kesempatan ini selama usia anda masih dalam katagori produktif.
Job : pabrik( tekstil, plastik, logam, spearpart mobil,besi, perakitan mesin,kertas, electronik dll)
        : kontruksi( pembuatan jalan raya, terowongan,bangunan dll)
        : welder ( las 3-6 G dll)

persyaratan TKI :
* KTP
* KK
*AKTE
*IJAZAH (min sd)



Informasi lebih lanjut hub:

PT.TIM (candy)
021-87745368
(jam kerja 08:00-17:00)

Kamis, 14 Februari 2013

Kisah inspiratif ini merupakan pengalaman seorang bernama Suvendu Roy ketika bertemu seorang sopir angkot semacam bajaj, di India. Suatu hari saya dan istri memutuskan pergi ke suatu tempat dengan naik bajaj. Saat menghentikan satu bajaj yang lewat di pinggir jalan, saya tak menyangka angkutan ini akan berbeda.

Saat kami sudah di dalam bajaj, mata saya tertuju pada setumpuk majalah (yang terbungkus di dalam plastik) di belakang kursi pengemudi. Ketika memandang ke depan, terlihat ada sebuah televisi kecil. Kami pun saling berpandangan keheranan dan sekaligus takjub. Di depan saya ada kotak P3K yang berisikan kapas, detol, dan beberapa obat lainnya.

Semua itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa saya sedang berada di dalam angkutan umum yang spesial.

Lalu, saya memutar pandangan sekali lagi, dan ternyata masih ada barang-barang lain yang sepertinya jarang ada di dalam angkutan umum-radio, alat pemadam api, jam dinding, kalender, dan gambar serta simbol banyak kepercayaan (dari Islam, Kristen, sampai Buddha, Hindu, dan Sikh).

Saat saya mengajak si pengemudinya mengobrol sebentar, saya baru sadar kalau tidak hanya bajajnya yang spesial, pengemudinya pun sama-sama spesial. Ternyata dia sudah menjadi sopir bajaj selama 8-9 tahun. Dulu dia pernah bekerja di perusahaan plastik, tapi karena bangkrut terpaksa dia mencari pekerjaan lain dan sejak itu dia pun menggeluti pekerjaannya sekarang. Dia punya dua anak yang masih bersekolah, dan jam kerjanya dimulai dari jam 8 pagi sampai malam sekitar jam 10. Jadwal kerjanya itu tak pernah dilanggarnya kecuali badannya tidak fit.

Saya bertanya apakah dia melakukan pekerjaan lain. Jawabnya, dia pergi ke rumah panti wreda khusus untuk wanita di Anheri seminggu sekali atau kapan pun dia punya uang lebih. Dia akan menyumbang sikat gigi, odol, sabun, shampoo, dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya.

Lalu, dia menunjuk ke tulisan yang tertera di bagian belakang kursinya, "Diskon 25% untuk orang cacat." Sedangkan potongan untuk penumpang yang buta lebih besar lagi. Saya dan istri saya benar-benar takjub.

RENUNGAN:
Ciri orang berjiwa besar adalah berusaha membantu orang lain meski dirinya kekurangan. Mungkin itulah kira-kira yang bisa menjadi gambaran si sopir yang dijumpai Suvendu Roy. Semangat bekerjanya luar biasa, begitupun semangatnya menjalani kehidupannya demi manfaat diri sendiri maupun orang lain. Sopir ini layak disebut seorang "pahlawan"!

KISAH RAJA DAN BUDAK BERKULIT HITAM

KISAH RAJA DAN BUDAK BERKULIT HITAM

Raja Harun Al-Rasyid, seorang dari keturunan Bani Abbasiyah, memiliki seorang budak perempuan yang berparas buruk, berkulit hitam, dan tidak enak dipandang mata.

Pada suatu hari, Raja menaburkan uang untuk semua budaknya. Para budak saling berebut dan berlomba untuk mendapatkan uang tersebut kecuali seorang budak perempuan hitam yang buruk rupa itu. Ia tetap diam dan hanya memandang wajah Baginda.

Raja merasa amat keheranan dan bertanya, “Mengapa kau diam saja? Ikutlah bersama teman-temanmu memperebutkan uang.”
Budak itu menjawab, “Wahai Baginda khalifah, jika semua budak berlomba untuk mendapatkan uang taburan Baginda, maka yang hamba impikan berbeda dengan mereka. Yang hamba angankan bukan uang taburan itu tapi yang hamba inginkan adalah sang pemilik uang taburan itu.”

Mendengar jawaban budak itu, Raja Harun tercengang dan merasa takjub. Karena rasa kagumnya, ia jadikan budak itu sebagai permaisurinya.

Berita perkawinan seorang raja dengan budaknya tersebar kepada para pejabat lainnya. Mereka semua mencemooh Raja Harun dan mencela Raja yang mempersunting seorang budak hitam.
Raja mendengar semua cemoohan ini, ia lalu mengumpulkan semua pejabat itu dan menegur mereka. Kemudian Raja memerintahkan untuk mengumpulkan semua budak di negerinya. Ketika semua budak telah berkumpul di hadapan Raja, Raja memberikan kepada masing-masing budak segelas berlian untuk dihancurkan.

Namun, semua budak menolak pemberian itu. Kecuali si budak hitam yang buruk rupa itu. Tanpa ragu, gelas itu diterima dan ia pecahkan. Menyaksikan hal ini, para pejabat itu berkata, “Lihatlah budak hitam yang berperilaku sangat menjijikan ini!”
Raja lalu menoleh ke arah budak hitamnya dan bertanya, “Mengapa kau hancurkan gelas itu?” Budak hitam menjawab, “Aku lakukan hal ini karena perintahmu. Menurut pendapat hamba, jika gelas ini aku pecahkan, berarti aku telah mengurangi perbendaharaan Khalifah. Tapi jika hamba tidak lakukan perintah Tuan, berarti aku telah melanggar titah Khalifah. Bila gelas ini hamba hancurkan, hamba pastilah seorang yang gila. Namun bila gelas ini tidak hamba pecahkan, berarti hamba telah melanggar perintah Khalifah. Bagiku, pilihan yang pertama lebih mulia daripada yang kedua.”

Mendengar jawaban yang singkat itu, semua pejabat yang hadir di tempat itu tercengang dan mengakui kecerdasan budak hitam itu. Akhirnya mereka menaruh hormat kepadanya dan memahami mengapa sang Khalifah jatuh hati kepadanya.
Sang raja tertarik kepada si budak hitam bukan karena penampakan lahiriyahnya atau pun karena statusnya sebagai budak hitam, namun lebih karena hati yang dimiliki sang budak hitam yang melebihi hati para permaisuri sekalipun.

Kepatuhan sang budak kepada suaminya tanpa perhitungan yang melebihi dari para budak yang lain, hati sang budak tidak mudah digoyahkan oleh silauan berlian, permata bila bertentangan dari sang raja suaminya.

Selasa, 15 Januari 2013

Sentuhan Raja Midas

Sentuhan Raja Midas

, , 1 Comment
sentuhan Midas
sentuhan Midas
Kita semua mungkin pernah mendengar kisah tentang seorang raja tamak bernama Midas. Dia memiliki banyak sekali emas dan semakin banyak ia miliki semakin besar pula keinginannya untuk memiliki lebih banyak lagi. Dia menyimpan semua emasnya di dalam ruangan besar dan menghabiskan waktunya setiap hari untuk menghitungnya.
Suatu hari ketika ia sedang menghitung emasnya itu, seorang asing datang entah dari mana dan berkata bahwa ia akan mengabulkan satu buah keinginan sang raja. Raja Midas sangat senang dan ia berkata, “Aku ingin semua yang aku sentuh berubah menjadi emas.”
Orang asing tersebut bertanya, “Apakah engkau yakin?” Raja Midas menjawab, “Ya, aku yakin!” Kemudian orang asing itu berkata, “Mulai besok pagi ketika matahari mulai bersinar, engkau akan memiliki sentuhan emas.”
Sang raja berpikir ini pasti mimpi, ini tak mungkin sebuah kenyataan. Tapi di pagi harinya ketika ia terjaga, ia sentuh tempat tidurnya, pakaiannya dan semuanya berubah menjadi emas! Dari jendela kamar ia melihat putrinya sedang bermain di taman dan memutuskan untuk memberikan putrinya sebuah kejutan.
Tapi sebelum ke taman, ia memutuskan untuk membaca sebuah buku. Ketika ia menyentuhnya, buku itu berubah menjadi emas, sehingga ia tidak bisa membacanya. Kemudian ia duduk di meja makan untuk sarapan dan ketika ia sentuh buah-buahan dan minuman, semua juga berubah menjadi emas. Ia jadi lapar dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tidak bisa makan dan minum semua emas ini.” Kemudian beberapa saat kemudian putrinya menghampirinya dan ketika ia memeluknya, putrinya juga berubah menjadi patung emas. Tak ada senyuman hangat dan ceria lagi.
Raja Midas menundukkan kepalanya dan mulai meneteskan airmata. Si orang asing yang memberikannya sentuhan emas kembali dan bertanya apakah sang raja bahagia dengan sentuhan emasnya. Raja berkata bahwa ia malah sedih. Si orang asing bertanya, “Mana yang lebih engkau pilih, makanan dan cinta putrimu atau tumpukan emas dan patung emas putrimu itu?” Raja menangis dan berkata, “Aku akan menyerahkan semua emasku. Tolong kembalikan putriku seperti semula karena tanpanya aku akan kehilangan semuanya.”
Si orang asing berkata, “Engkau telah menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya.” Lalu ia mengembalikan semua seperti semula. Putri sang raja kembali seperti sedia kala dan sang raja belajar sebuah pelajaran yang amat berharga dalam hidupnya.
***
Moral dari kisah ini:
1. Pandangan hidup yang salah bisa membawa tragedi
2. Terkadang mendapatkan apa yang kita inginkan malah menjadi masalah dibanding sebelum kita mendapatkannya
3. Tidak seperti permainan bola yang pemainnya bisa diganti, dalam kehidupan kita tidak bisa menggantikan siapa-siapa. Jadilah orang yang lebih bijaksana
Posted in Motivasi. Tagged as

Selasa, 16 Oktober 2012

Ketika Cinta Sejati Itu Tak Terlihat

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.



Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai dirumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti dihadapannya dan memandang wajahnya.. “Ia sungguh cantik” kataku dalam hati, “Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk dibangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik”.

Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya. Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya.

Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku,Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.

Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanitalain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah kelain hati.

Jantungku serasa mau berhenti…

23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.

Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apayang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga. Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.

“Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.”
Tidakkah Anda lihat apa yang terjadi sebenarnya?